Dua Titik Hotspot Terdeteksi di Pelepat,Lahan seluas 2 Hektar Terbakar,Penyebabnya masih diselidiki

Berita TNI / POLRI 09 Sep 2026 10:30 3 min read 26 views By Danny
Dua Titik Hotspot Terdeteksi di Pelepat,Lahan seluas 2 Hektar Terbakar,Penyebabnya masih diselidiki
  BUNGO – Dua titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Hasil pengecekan langsung ke lapangan men...

 

BUNGO – Dua titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Hasil pengecekan langsung ke lapangan menunjukkan kedua titik tersebut berada di lokasi yang sama, dan terkonfirmasi terjadi kebakaran lahan dengan luas diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.

 

Pengecekan atau ground check dilakukan pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, menyasar kawasan Simpang Bangko, Desa Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik warga setempat.

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pantauan titik panas yang disampaikan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, bersumber dari data BMKG, dengan koordinat lokasi 102.1093° Bujur Timur dan -1.6753° Lintang Selatan.

 

Pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolsek Pelepat AKP Charlos Sihombing, didampingi personel Polsek Pelepat. Di lokasi, petugas menemukan jelas adanya lahan yang terbakar, dengan luas diperkirakan sekitar 2 hektare. Dua titik panas yang tercatat sebelumnya ternyata mengarah pada satu wilayah kejadian yang sama.

 

Segera setelah diketahui, petugas bergerak bersama unsur BPBD Kabupaten Bungo, Petugas Pemadam Kebakaran Kecamatan Pelepat, serta warga sekitar untuk memadamkan sisa-sisa kobaran api dan mencegah percikan api menyala kembali atau meluas ke area lain.

 

Guna menjamin penanganan berjalan maksimal, pihak kepolisian berkoordinasi erat dengan perangkat dusun setempat, serta memasang garis pembatas atau police line di sekitar lokasi kejadian.

 

Hingga saat ini, identitas pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan. Dari pemeriksaan awal di lapangan, kebakaran diduga terjadi secara tidak sengaja, namun petugas masih mendalami fakta di lapangan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran.

 

Kapolsek Pelepat AKP Charlos Sihombing menjelaskan bahwa penyelidikan terus diperluas, mulai dari menelusuri pemilik lahan hingga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata.

 

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam, menelusuri siapa pemilik lahan sekaligus meminta keterangan para saksi. Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Unit Tipidter Satreskrim Polres Bungo untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

 

Selain penanganan di lokasi, pihak kepolisian juga akan memperkuat imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diingatkan kembali untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi cuaca kering yang sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

 

Akses jalan menuju lokasi kejadian masih dapat dilalui dengan baik, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Saat pengecekan dilakukan, proses pemadaman masih berlangsung, dan titik api baru teridentifikasi secara jelas sekitar pukul 17.30 WIB.

 

Polsek Pelepat memastikan penanganan terus berjalan beriringan dengan seluruh instansi terkait, hingga kondisi benar-benar aman dan terjamin agar api tidak kembali menyala atau menjalar ke kawasan perkebunan maupun pemukiman warga.

 

Pihak kepolisian mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan. Segera laporkan jika melihat adanya titik api atau tanda-tanda kebakaran, agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Chat with us on WhatsApp