Kebakaran Lahan Sawit di Bathin II Babeko,1,5 Hektar Terbakar,Berhasil di Padamkan Sebelum Meluas
BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Kali ini, kobaran api melalap sekitar 1,5 hektare kebun kelapa sawit milik warga yang berlokasi di kawasan Simpang Kemini, Desa Sepunggur, Kecamatan Bathin II Babeko, pada Kamis (10/9/2026) sore.
Informasi adanya kebakaran diterima pihak kepolisian sekitar pukul 15.30 WIB. Menindaklanjuti laporan yang masuk dari masyarakat, Kapolsek Bathin II Babeko AKP Yan Efendi Pasaribu, S.H., segera memerintahkan personel piket untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian, personel Polsek Bathin II Babeko bersama Bhabinkamtibmas Desa Sepunggur, tim Satgas Karhutla Kabupaten Bungo, serta warga sekitar langsung bahu-membahu melakukan upaya pemadaman terhadap kobaran api yang membakar kawasan perkebunan tersebut.
Berkat gerak cepat dan kerja sama yang erat antara aparat dan warga, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum sempat menjalar dan meluas ke area perkebunan lain di sekitarnya.
Lokasi kejadian tercatat pada titik koordinat -1,4940819 Lintang Selatan dan 102,2891974 Bujur Timur. Hingga saat ini, identitas pemilik lahan yang terbakar masih dalam proses penyelidikan dan pendataan lebih lanjut.
Salah satu warga Desa Sepunggur bernama Juwita menjadi saksi mata dalam peristiwa kebakaran ini.
Setelah kondisi aman dan api benar-benar padam, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi, mendokumentasikan kejadian, serta melaporkan seluruh hasil penanganan kepada pimpinan. Situasi di lokasi kebakaran kemudian dinyatakan aman dan terkendali sepenuhnya.
Polsek Bathin II Babeko kembali mengingatkan dan mengimbau seluruh masyarakat agar sama sekali tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Hal ini sangat penting mengingat kondisi tanah dan vegetasi yang kering, sehingga percikan api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
Kapolsek Bathin II Babeko AKP Yan Efendi Pasaribu, S.H., mengajak seluruh warga untuk bergotong royong mencegah terjadinya Karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Apabila menemukan adanya titik api atau tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin dan tidak meluas merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Pihak kepolisian memastikan upaya pencegahan akan terus diperkuat melalui patroli rutin, pemantauan wilayah-wilayah rawan, serta penyebaran imbauan dan edukasi kepada masyarakat luas demi menjaga keselamatan lingkungan dan keselamatan bersama.